Sunday, January 10, 2016

Jangan Dengar Kata Mereka Tentang Kita


Kata mereka tentang kita
Tak lebih dari orang orang tertinggal
Jauh dari kepandaian yang bisa
Maju memimpin bukan mimpi
Membangun bukan dalam tidur
Terlaksana dalam tindakan
Terwujud yang dilihat
Itu kata mereka
Kalian belum bisa
Untuk berdiri masih butuh pegangan
Untuk berjalan perlu tuntunan
Tapi....
Tapi benarkah kata mereka?
Itu tidak benar kawan
Itu hanyalah cara mereka
Kita direndahkan demi ambisi
Kita diremehkan karena kekuasaan
Kita dibuat bergantung karena ekonomi
Kita dipinggirkan untuk terus dijajah
Tanah kita kaya
Hutan kita luas
Mereka tak akan puas
Mengambil dengan beringas
Mereka akan terus merampas
Entah sampai kapan....
Haruskah kita berdiam kawan?
Sesali tanpa beraksi
Melihat tanpa hasrat
Mendengar tapi ingkar
Tidak kawan
Tidak kawan
Kita harus lawan
Kitalah penerus yang bertanggungjawab
Pada anak cucu kelak
Satukan kekuatan
Jalan sendiri itu melemahkan
Kita bersama akan jadi kekuatan
Bebaskan tanah air dari pendudukan
Wujudkan kemerdekaan

Jangan dengar kata mereka tentang kita
Fokus pada langkah perjuangan
Abaikan penghambat perjuangan
Terus melangkah kedepan...
Dan yakinlah bahwa Papua Tetap Merdeka

@Phaul Heger
Sudut Kota 10 Januari 2016

Tuesday, January 5, 2016

Gejolak Tanah Air - TPN Tetap Jaya


Bermodalkan senjata rampasan
Jadi milik untuk perjuangan
Ditambah satu dan dua warisan dari masa lalu
Ditengah rimba tanah air dikuasai
Berjaya hadapi musuh
penjajah ya penjajah
yang menduduki tanah ini
yang dengan rakus mengambil
hasil alamnya
bagi penjajah.....
siapa menantang, nyawapun melayang
siapa yang maju penjara menunggu
kita tak gentar.....

kau lihat diatas sana
Hutan menjulang
Bukit menantang
Tentaraku menjaga
Sesekali diberita
satu dan dua nyawa tewas tertembak
sesekali tudingan sipil bersenjata
juga kelompok tak dikenal
namun mereka jelas
tentara gerilya untuk pembebasan nasional
nama yang tak dikenal namun terus berjuang
demi penegakan kedaulatan
Gejolak tanah air pastilah ada akhirnya
Ketika kita menang dan penjajah kalah
Mengakui yang bukan kepunyaannya.

TPN tetap jaya


@Phaul Heger
Sudut Kota 05 Januari 2016

Sunday, January 3, 2016

Suara Sumbang Siburung

https://kicauan.files.wordpress.com/2014/06/gntung-pleci-di-pohon.jpg?w=620&h=462
sumber omkicau.com
Ku sambut mentari pagi yang bersinar
terhalang oleh lebatnya dedaunan
hanya seberkas namun cukup untuk hangati
udara pagi yang tak lagi segar
tercemar polusi  buat sesak didada
embun-embun menetes disela dedaunan
basahi tanah yang kering
suara burung terdengar samar
kicauan yang tak lagi merdu
bernada sumbang tak seirama
sudah berbeda ditiap musim
sudah berganti sahut yang satu
sangkar-sangkar indah dibuatkan
tangan-tangan terampil mengelola
seindah mungkin dalam pandangannya
tapi jadi penjara bagi siburung
suara sumbang siburung terasa indah bagi sang pemilik.....
adakah ia tahu, siburung terpenjara
oh pagi yang serasa malang
dengan hiburan suara sumbang
ingin secepatnya akupun pulang

@Phaul Heger
Sudut Kota, 04 Januari 2016

Saturday, January 2, 2016

1000 Kali Kau datang, Kami Tak Butuh














Kau pikir dengan hadirmu
diatas tanah ini dapat menghapus semua duka?
Kau pikir
dengan datang dan berkunjung, itu sudah cukup?
apakah kau anggap
semua yang terjadi ini dapat diselesaikan dengan satu, dua kata saja
Kau kira
apa yang kami perjuangkan sebatas mengisi perut saja
atau untuk alasan itulah kami terus ada dijalan?
meneriakan yel-yel dengan suara lantang
menuntut penguasa penjajah tanah kami
yang menggusur hak-hak ulayat
hutan sagu yang diganti menjadi sawah
atau alam yang semakin rusak
yang menambah  pilunya mengingat
berbagai peristiwa dari waktu ke waktu














1000 kali kau datang ditanah ini hasilnya akan tetap sama.
 Tidak....Tidak kami tak butuh itu........
Apa yang kau pikir adalah bentuk penyelesaian
Tak sama dengan yang kami pikir
Sangat jauh berbeda bak langit dan bumi
Yang kami inginkan adalah, bebas menetentukan masa depan kami
Sebagai sebuah negara yang merdeka, berdaulat.
Negara yang hadir dari kami, lahir dari kami
dan untuk masa depan kami.

@Phaul Heger
Sudut Kota 2 Januari 2016

Friday, January 1, 2016

Berdiam Dengan Harapan

 Lama aku berdiam tanpa menggores
Sebatas kata dilembaran kertas putih
Atau sebatas kata  yang terangkai
Keluar dalam ucapan

Semakin lama berdiam tersiksa oleh waktu
Terlena hingga banyak hal terlewati
Yang terjadi disana, ataupun disini
Tapi aku masih terus membungkam

Tak tahu, entahlah....
Ini hari awal ditahun  ini
Tak seperti tahun yang lalu
Aku masih terus berdiam

Perlahan ku coba arahkan pandangan
Meresapi setiap makna dalam hidup
Yang ku jalani dalam keseharian

Entahlah...
Aku masih disini, dengan segudang harapan

Phaul Heger
@Sudut Kota 1 Januari 2016