Monday, May 25, 2015

Semakin Aku Menjauh

Entah kenapa tiada mampu kupendam
Segala harap akan cinta kita
Semakin hampa ku rasa kini...
Tak seindah awal kita berjalan

Bukan terkikis oleh waktu cinta padamu
Bukan berubah sayangku berkurang
Tapi sikapmu buatku tak mau lagi
Serasa hanya tersisa aku dijalan ini

Dimana kini manja manismu padaku
Mengapa tak lagi kulihat senyum
Yang dulu memikatku jatuh hati
Kini bagai berjarak aku dan kau

Sungguh cintaku tak berkurang
Bahkan cintaku memaksa kuungkap dalam kata tentangmu...mengapa
Semakin aku menjauh
Hanya kau yang hadir....
Semakin aku menjauh semakin aku tersiksa, oleh rasa bersalahku.....

Dolorosa.....

By. PhaulHeger
@Dupiad
Kata_Pagi 26 Mei 2015

Sunday, May 17, 2015

Jangan Takut Kawan

Entah mengapa malam ini kecewa kutulis dalam kata
Kususun rapi hingga tak menyinggung
Ingin agar kau membaca tanpa merasa bahwa tulisan ini untukmu
Entah dan entahlah mengapa begitu....

Kawan seperjalanan, kita dilangkah yang sama
Hadir dari kaum yang tertindas tapi mengapa kau tak rasa
Kita disini, bukan suatu kebetulan tetapi utusan negeri yang terjajah
Kita hadir bukan sekedar mengisi tambahan pada isi kepala
Kita hadir bukan sekedar bawa nama keluarga, marga tetapi ingat kitalah bangsa
Kita pulang dengan segudang harapan akan perubahan,
Kita pulang dengan sehudang kemampuan yang baru untuk memulai
Kita pulang dengan harapan besar, membangun negeri demi bangsa kelak

Kawan, sudah sepantasnya, atas segala kebungkaman ruang ditanah air
kita bergandeng tangan selangkah untuk terus maju melawan
Tanpa harus kawan menganggap itu urusan kawan yang lain.
Sudah sepantasnya, kawan bersama untuk maju, berjuang melawan
walau hanya hadir dan ambil bagian.

Berbanggalah hadir dinegeri orang dan menjadi salah satu bagian dari perjuangan
Bukan menjadi bagian dari para penakut yang selalu menanggap kemerdekaan kita adalah mimpi
Bukan seperti mereka yang menganggap sudah hebat karena apa yang dituntut adalah sesuatu yang tidak mungkin.


Jangan takut.....
Kitalah pemenang kawan,
Karena kebenaran yang kita tuntut adalah seperti apa yang kita imani
Papua Tetap Merdeka
 
PhaulHeger
@SudutKotaKolonial
17 Mei 2015

#Semoga Kawan2 yang tidak pernah ambil bagian didalam aksi2 Papua dapat mengambil bagian lagi.

Saturday, May 9, 2015

Puisi untuk Pengibar Bintang Kejora


Kulihat, cakrawala terang, cahayanya tak pernah pudar
Disana kulihat kuasa Tuhan yang sempurna akan janji Nya
Janji kesetianNya untuk bersama saudara-saudaraku
Saudara-saudara yang selalu hidup bersama keteguhan.













Inilah kekuatan yang tidak pernah mati dan selalu hidup
Bersama prinsip-prinsip atas takdir Nya sebagai bangsa merdeka
Merdeka dari penjajahan, merdeka dari para penindas
Merdeka selama-selamanya sebagai sebuah bangsa.
Meski kilat menyambar, angin menggoncang, senjata mengancam
Kalian tidak pernah gentar, itulah kemerdekaan mendarah daging
Tidak ada satupun yang mampu menahan
Bintang Kejora berkibar di cakrawala terang menjadi matahari terbit.

MERDEKA...!!!

Yudi Syamhudi Suyuti
Presiden Negara Rakyat Nusantara
10 Mei 2015