Tuesday, December 25, 2012

Selamat Natal Bapa & Mama

Membisu dalam hening detik menit terganti
Jauh disana tanah air, sanak keluarga
disini.....ku merenung seorang diri
dibawah remang cahaya kerlipan lampu natal

Kasih dan damai......,

Kelahiran sang Penebus dosa
ku rayakan sendiri tak lagi bersama mereka
Ayah, Ibu Juga kakak dan adik
Tuhan jaga dan sertai....

Lantunan lagu-lagu natal menambah rindu
suara lonceng berdentang ingatkan saat-saat bersama
kerinduan yang dalam hanya bisa tersimpan dihati
untuk kesekian kalinya aku tak bersama mereka.

Ku hanya bisa ucapkan, 

selamat Natal Bapa dan Mama
ku hanya bisa sampaikan salam rindu di malam natal
untuk kakak dan adik serta handai tauland
waktu jua akan mempertemukan kita.


By. Phaul Heger
@Maguwo
24-12-12

Wednesday, December 19, 2012

Puisi Papua | Ingatkan Diriku

"Ingatkan Diriku"

Malam membisu, sepi mencekam 
Tak lagi terdengar suara penghibur malam 
Seakan alam ikut berduka bersama jiwa yang merana
Raga tersiksa hidup terpaksa derita yang kian bertambah……….

 Dalam renung angan berkelana
Ingatkan diriku betapa pedih jalan ini
Ingatkan diriku mereka yang telah pergi
Ingatkan diriku perih hati yang mereka rasa
Ingatkan diriku akan masa depan di jalan ini

Datang  dalam senyuman berlalu tanpa pesan
Bukan takdir pencabut yang hadir
Ganasnya sang penjajah melihat gerak mu
Dibalik senyum mereka…….
Ambisi  berselimut kata persatuan
Dibalik senyum mereka…….
Ambisi terselip untuk kepentingan
Hanya tanah yang kau inginkan……..
mengapa harus kau bunuh penghuninya ?

By. Phaul Heger
@Maguwo 19-12-2012

Sunday, December 16, 2012

Puisi Papua | SUARA HATI RAKYAT PAPUA

Untuk Bapak Susilo Bambang Yudoyono
Puisi Raka Aditia

Kami pun sama seperti mereka...
Ingn hidup  tentram damai sentosa..
Kami hanya ingn merdeka..
Karna kami merasa tercampa dari negri indonesia...

Kami tumbuh d negeri indonesia...
Namun indonesia menelantarkan kami d sini...
Mereka menganak tirikan kami...
D mana keadilan tuk kami...

Pulau kami kaya akan rempah"..
Logam dan emas pun ada d sana...
Namun mengapa pulau kami termisikin d indonesia..
Itulah yg membuat kami ingnkan merdeka...

Bebaskanlah kami wahai Indonesia...
Karna kami ingnkan merdeka...
Sudahilah kekerasanmu d pulau kami indonesia..
Karna kami hanya ingnkan merdeka....


Source : Locker Puisi

Saturday, December 15, 2012

Puisi Papua | Menuju Negeri Emas

 Menuju Negeri Emas

Lelahku telah habis sedetik lalu
Cukup sudah istirahatku
Asaku siap berpacu
Menuju semburat biru itu

 Di dalam bilik kecil hatiku
Gelora jiwa beriak tak henti
Kaki ini akan menuju
Meski jalan mendaki

Ku tahu kerikil terhampar
Terik matahari kan menampar
Sakit dan rasa hambar
Tangis dan doa menghantar
Raga yang kaku terhampar
Hingga malam datang bertukar

 Pungguk enggan bersenandung
Melihat bulan bersinar sendu
Kala negeri berduka pilu
Dimanakah sang bintang pelindung

Sang kejora mengintip dibalik awan
Cukup sudah penantian panjang
Angin subuh  berhembus pelan
Menghantar pergi kabut pagi tenang
Berganti sang surya keemasan

 Bersahut-sahutan Kakatua si penjaga
Nuri bernyanyi tak hentinya
Saat Cenderawasih kibarkan panji kebesarannya
Mambruk sang ksatria melangkah anggun mempesona
Bersama Kasuari sang setia
Mengawal datangnya pagi di negeri emas tercinta



 By Javiera Rosa
Edisi meditasi 10 menit
20/11/2012