Sunday, January 25, 2009

jangan menyesal.

Dibalik setiap batu penghalang
pasti ada hikmah yang tersembunyi
dan selalu ada pelajaran
yang dapat mematangkan mental kita.
Hadapi dengan berani setiap batu penghalang.
Ini namanya cinta sejati

Tulus dan suci hanya dirimu satu yang di hati
Sudah cukup untukku melihat meskipun dari kejauhan
Semua tingkah lakumu menjadi pikiranku
Sungguh rindu, kangen

Jika jauh ingin bertemu walaupun hanya sebentar
Jika sudah di depanmu mulut ini terkunci jadi kecil hati
Rasa ini setengah mati
Cinta ini tak akan mati

Semoga rasa ini tetap di hatiku
Walaupun dirimu takkan pernah mengerti
Semoga cinta ini tetap jadi satu
Walaupun sampai lelah aku menunggu
Semoga semua mimpi ini menjadi kenyataan sejati

Ya Tuhan Jika memang dia akan kumiliki
Dekatkanlah di hati
Jika tidak, jauhkanlah dari pandanganku
Jangan jadi perih, jangan jadi sesal

Saturday, January 24, 2009

KAWAN BELAJAR BERSAMA

Mari kawan kita bersama......belajar
Mari kawan selagi kita masih punya kesempatan......belajar
Mari kawan jangan bermalas-malas, ...........belajar
belajar....dan belajar dan terus,........belajar

Kawan......dalam kehidupan ini, kita dituntut banyak......belajar
Kawan..... waktu tetap berjalan, usia bertambah, mau tunggu kapan lagi?
kawan......apa yang kau pelajari hari ini, kan kau petik hasil dihari esok
kawan......tunggu apa lagi.......ambilah sikapmu...!!!!

Belajar bukan cuman di kampus
Belajar bukan cuman di tempat tinggal
Belajar bukan cuman dalam jadwal yang ada
Belajar dalam segala waktu, dimanapun tempat

Kawan............................
Alam raya sekolahmu
semua orang gurumu
pergunakanlah kesempatan yang ada ini
pergunakan masa mudamu untuk persiapan masa tuamu.



Freedom For My Land

Sunday, January 18, 2009

SANG PEJUANG

Dalam rimba raya kau berjalan
Dalam alam pertiwi yang terjajah
engkau mengorbankan segalanya
Langkahmu tak terhenti ketika maju

Laju kakimu terus menapaki kehidupan
tiada sesal dan bosan walau kau dalam derita
kesedihan yang selalu menemani
Engkau tak takut
Engkau tak gentar
Engkau terus menuntut
walau kau ditangkap
Tangan dan kakimu di borgol
walau kau disiksa dengan kejam
engkau siap mati untuk pembebasan
Negeri tercinta yang dicintai
Aku bangga dengan engkau
wahai pejuang sejati..........
perjuanganmu akan selalu kukenang dan akan kuteruskan
walau ku tak tahu dimana kini kau berada
Kaulah sang pejuang.......!!!
Untuk mereka, saudara-saudaraku yang berjuang dimana saja berada,
baik mereka yang ada di hutan-hutan,
gunung-gunung, lembah-lebah,
dikota maupun kampung ataupun diluar negeri.
Tuhan Selalu Menyertai dan Melindungi Kita Sekalian. 
Amin

By. Phaul Heger
@Maguwo

Saturday, January 17, 2009

Yang KuPotret

Para Penari Yospan Yang Lagi bersiap-siap untuk unjuk kebolehan dalam acara mencari dana untuk sumbangan kepada korban bencana alam di Papua, Manokwari dan Sorong.

Satu hal positif yang di lakukan oleh anak-anak, generasi papua saat ini berada dikota studi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketika dinegeri ada tangisan dan air mata karena bencana yang tak diduga datang menerjang, mereka tidak berdiam diri saja, tapi tetap untuk tegar menghadapi dan dengan berbagai cara dan upaya untuk dapat membantu saudara-saudaranya yang ada di daerah bencana tersebut.
















Decak kekagumanku pada pada kalian.......
saudara dan saudariku.......
Aku juga mendengar tangisan
aku juga mendengar keluhan tapi......aku tak bisa berbuat apa-apa
saat aku melihat kalian melakukan
saat mataku terpaku menatap ke elokan dan gemulainya
gaya nari kalian..............aku semakin terpesona
saat kulihat kotak amal dibawa, kesana dan kemari
untuk mencari satu dua rupiah untuk membantu mereka
yang terkena bencana..........aku semakin takjub
Oh ....Tuhan Lindungilah Kami semua..................


Yogya, 17 Januari 2008

Tuesday, January 6, 2009

UNTUK APA BERBEDA


Untuk apa berbeda warna
Berbeda visi, misi dan garis perjuangan politik
Berbeda menakar plata form parpol
Yang merindukan badut-badut penguasa
Kami, rakyat butuh makan, damai dan senyum
Bukan sebatas kata makan Kami,
rakyat tidak butuh janji untuk makan, damai, senyum
Kami, rakyat butuh bukti makanan, rasa damai dan
tebaran senyum di setiap rongga-rongga kulit bumi

Untuk Apa Terus Berbeda;
jika masih ada air mata kaum bawah membasahi bumi
jika masih terbersit seberkas darah politik di jalanan
jika tuan-tuan politik saling menabrakan angkuh keangkeran
jika rakyat jelata masih mengungsi ke bilik-bilik kesunyian
jika massa tuan-tuan masih saling mengancam
jika kami rakyat masih menebar senyum palsu
jika bicara lantang dengan pengeras suara di pundak
jika alat tajam masih tetap berbicara
jika lentera politik membentur batu dan bersarang di pucuk akrawala
Jika masih ada keping debu traumatis menyayat kalbu anak negeri

Untuk apa berbeda?
Kucari perbedaan di awang-awang
Katanya burung masih beterbangan
Kupikul warna-warni bendera politik
Katanya pasir masih berdesir
Kusuluh kain-kain politik bagaikan lentera
Katanya angin, masih riak-riak berhembus
Kujajaki aneka bunga melingkar di kaki-kaki gambar
Katanya politik, anti perbedaan
Berbeda untuk bersatu
Bersatu untuk membangun
Membangun penuh perbedaan
Membangun negeri Indonesia
Membangun rakyat
Membangun harkat dan martabat massa politik yang adi luhur
Membangun Hak-hak azasi setiap anak negeri
Menyambung kemaslahatan dari kenistaan politik buram
Hai, para tuan-tuan politikKatakan secara jujur
Bahwa tuan-tuan bisa menjadi obor pembawa damai
kala ada rintihan rakyat akibat berbeda warna
Wartakan kepada batu, kayu dan senjata tajam
Kami memang berbeda
Kami berbeda untuk membangun sebuah tonggak politik
Menyongsong era baru pembangunan lima tahun
yang memancarkan sinar-sinar persatuan
Jika tidak,Kenapa kita mau berbeda?
Sedangkan perjalanan masih terus panjang
Tidakkah masih ada pembaharu yang bersahaja?
Hai, tuan-tuan politik
Singkirkan segera kekerasan politik
Yang menyisakan kasih traumatis
pada nurani kaum jelata dan lata
yang mengidamkan perut kenyang untuk hari ini
merindu rasa damai mulai detik ini
Sekarang, tebarkan senyum asri bersama dokar-dokar politik.
Sekarang. Jangan besok
Jangan lusa dan apalagi tula

Untuk Apa Berbeda?
Jika hanya menyisakan nokta sengsara pada dinding bumi
Untuk apa berbeda?
Jika hanya menegasikan sebuah kedaulatan berpolitik rakyat?
Untuk apa berbeda?
Jika batu, kayu dan sajam masih mengisi khasanah jalanan?
Untuk apa masih memerah lalapan api, bekas batu kayu meronta di sela kehidupan?
Untuk apa berbeda?
Jika embun-embun penyegar hati sulit menggairahkan hati?
Untuk apa berbeda
jika tetap terbuka rongga-rongga keserakahan?
Sekat-sekat korupsi menyejara?
Untuk apa?Untuk sebuah kekuasaan di telikungan sejarah?
Katakan tidak, tidak dan tidak,……
Berbeda demi dan untuk menegakan hak-hak azasi rakyat
Berbeda untuk membangun
Berbeda untuk menata potret buram kerakyatan Indonesia
Berbeda untuk merekam aspirasi kaum pinggiran
Berbeda untuk memperjuangkan hidup rakyat
Berbeda untuk meneruskan cita-cita the Founding Father
Tak ada waktu untuk terus semaikan perbedaan
Sudah cukup tua, rakyat menampung derita-derita perbedaan
Cukup. Cukup.Cukup sudah menabur benih-benih perbedaan
Rakyat muak dan malu mengungsi akibat politik
Rakyat capek meneteskan air mata politik di jalanan
Rakyat benci kepada para bandit-bandit politik
Rakyat diam, bila mendengar suara politikus yang menggelegar di panggung

Rakyat nasibmu tetap di telaga politik

BLOG FS

Sunday, January 4, 2009

WAHAI KAWANKU



WAHAI ENGKAU YANG SELALU BERSAMAKU
WAHAI ENGKAU YANG SELALU MENDENGARKU
WAHAI ENGKAU TEMPAT AKU BERBAGI CERITA

KITA BERSAMA DALAM SAAT YANG SAMA
KITA TERJEBAK DALAM CERITA YANG SAMA
KITA TERJEBAK DALAM DERASNYA ARUS
KITA JUGA MENANGIS SAAT HATI BERSEDIH


SELALU KITA BERSAMA DALAM MENGHADAPI
TANTANGAN YANG ADA
TAK PERNAH SEKALIPUN KUDENGAR

ENGKAU MENGELUH
WALAU PERIH RASA
DIJIWA TERSENYUM ENGKAU SAAT
DIKHIANATI TERTAWA ENGKAU SAAT DIHUJAT
BANGGA ENGKAU KETIKA DIKATAKAN PECUNDANG

KEKAGUMANKU HANYALAH UNTUKMU KAWAN
GETIRNYA KEHIDUPANMU, KEBERSAMAAN DAN KESETIAANMU
DALAM SENYUMAN YANG RAMAH PADA SEMUA ORANG
MENGHAPUSKAN GORESAN LUKA DI HATIMU.......




By pHAUL hEGER